Ririn's Page

Wednesday, January 25, 2012

Kalau Odol jatuh cinta

"Ijinkan aku menjadi manusia, Sang Empunya Hidup. Kumohon, kabulkan permohonanku, walau hanya untuk satu malam saja."
**
Pukul 12 tepat tengah malam, Odol merasa kesakitan.
Badannya panas membara, sakit sungguh parah.
Ia berteriak tapi tak ada yang mendengar, semua asyik pulas dalam tidur.
Dalam hitungan sekian menit, Odol merasa keanehan terjadi dalam dirinya.
Bulu putihnya kini menjadi hitam. Tubuhnya yang ramping kini gagah berisi.
Ia menatap kaca, lama. Wajahnya tampan bak seorang pangeran. Senyumnya manis bak senyuman maut artis. Giginya berderet putih kemilau seputih salju.
Ia sudah menjadi manusia. Sang Empunya Hidup mengabulkan permintaannya. Ia menengadah ke atas, mengucap terima kasih yang ikhlas.

Ia berbalik, berjalan dengan gagah. Membuka pintu kamar mandi, dan menemukan ia, yang menjadi alasannya untuk hidup.
Ia mengamati, mengagumi makhluk yang berada di depannya.
Seorang gadis cantik nan elok yang sedang memimpikan pangeran berjubah putih.
"Bangunlah, Putri," terdengar bisikan lembut Odol di telinga si gadis, ia panggil Putri.
Tak disangka-sangka, Putri pun bangun, menatapnya takjub.
"Siapakah engkau?" keluar tanya dari bibirnya.
"Aku pangeranmu.." ucap Odol sumringah.
"Benarkah? Ini bukan mimpi?" Putri masih tak percaya.
Odol hanya membalasnya dengan sebuah senyuman.
"Menarilah bersamaku."
Odol menggenggam kedua tangan Putri, membawanya ke posisi berdansa.
Odol membuatnya menari, berdansa.
"Woww, aku tak pernah melakukan ini sebelumnya."
"Kamu bisa melakukan apa saja bersamaku, Putri."
"Makasih, Pangeran."
Mereka berdua menari sampai pagi, tanpa merasa letih. Sukacita melingkupi Odol dan Putri.
"Terima kasih Putri, untuk malam yang menyenangkan ini."
"Tidak, Pangeran, akulah yang seharusnya mengucapkan terima kasih. Malam ini sungguh malam yang sangat indah."
"Saatnya sudah tiba Putri. Aku harus segera pergi."
"Apakah Engkau akan datang kembali, Pangeran?" tanya Putri penuh harap.
"Berdoalah, Putri, pinta kepada Sang Empunya Hidup, agar kita dapat bertemu kembali."
"Akan kudoakan, Pangeran. Aku ingin bertemu denganmu lagi."
"Sekarang tidurlah kembali, Putri," ucap Odol membaringkan Putri dan berbisik, "Aku cinta padamu, Putri."
Ayam berkokok. Subuh telah tiba. Odol merasa tubuhnya kembali panas membara. Dalam hitungan menit, ia sudah kembali ke bentuk semula, sebuah pasta gigi.


--
#15HariNgeblogFF #13
325 kata


Lainnya: checkthisout

1 comment: