Ririn's Page

Wednesday, March 21, 2012

Monolog galau

Jika kamu bilang kamu akan melupakan kenangan tentang kita, kamu bohong! Karena aku tahu kamu tidak mungkin bisa lupa. karena manusia tidak akan bisa melupakan masa lalunya, kecuali amnesia. Atau kamu mau amnesia dulu?

Apa kamu menyesal telah bertemu denganku? Mungkin kamu akan menjawab iya. Karena aku bisa menduganya dari perlakuanmu terhadapku sekarang.
Tapi aku tidak menyesal telah bertemu denganmu, karena bagiku kamu adalah cermin diriku. Apa yang aku perbuat, aku bisa melihatnya juga dari perbuatanmu. Katanya hukum karma itu ada, dan aku juga percaya akan hal itu.

Aku bilang kamu pendendam, dan ternyata tanpa aku sadari aku juga menjadi seorang pendendam. Entah itu sudah sifat dasarku atau aku tertular olehmu.
Karena itu aku terkadang bertindak kejam, seolah ingin menghukummu.

Terkadang aku merasa kamu egois, walau aku tak memungkiri bahwa aku tidaklah demikian. Seperti: aku selalu melakukan apa yang kamu mau, sementara aku tidak mau melakukannya. Kamu memaksaku dengan caramu sendiri, dan ya kamu berhasil. Aku terpaksa melakukan apa yang kamu minta walau aku tak suka, bahkan aku merasa itu bukanlah diriku sendiri. It's not me! Aku melakukannya karena kamu mau, bukan karena keinginanku sendiri.

Kamu tidak menerima aku apa adanya aku, kamu menerima ada apanya aku. Itu yang bisa ku pikirkan. Kamu membuatku menjadi seseorang yang kamu inginkan, padahal aku tidaklah demikian. Aku adalah diriku sendiri dengan segala keterbatasanku, dengan segala kekuranganku, dan kamu tidak dapat menerimanya.
Well, bukan salahmu ketika kamu mau menerima hal-hal yang sesuai dengan keinginan hatimu. Ini tentangku, yang tidak bisa menjadi seperti yang kamu ingini. Aku bukan robotmu. Aku manusia bebas, bebas bertindak apa saja.

Atau mungkin aku hanya tidak siap dengan hubungan ini? Aku tidak siap menjadi seseorang yang dituntut melakukan ini dan itu?

Ahh, tak ada lagi yang perlu diperbincangkan sebenarnya, toh semuanya sudah berlalu kan ya?
Baiklah, aku ingin tidur saja, agar besok bisa bangun cepat dan melakukan aktifitas lagi.

Nite ^^

Wednesday, March 14, 2012

JUST ANOTHER E-LOVE

Lefteris: Hi, i already book the ticket
Darsih : Ahh, finally. looking forward to meet you soon...

Chat terakhir dengan Lefteris, sebelum ia datang ke Indonesia. 
Enam bulan sudah Darsih berhubungan dengan pria Yunani, yang dikenalnya lewat sebuah website. Perasaan senang bercampur khawatir menghinggapinya menunggu kedatangan Lefteris. Sudah dua laki-laki yang pernah berhubungan dengannya di internet dan berjanji menemuinya tetapi berakhir dengan penipuan. Ia sangat berharap Lefteris adalah nyata, tidak hanya sebuah profil yang dibuat untuk menipunya.

Sebuah pesan singkat dari Lefteris diterimanya ketika menuju airport dari Bogor.
Transit in Malaysia
in few hours will arrived in Jakarta
can't wait to see you.


[Beberapa jam kemudian]

Darsih mengetikkan pesan ke ponsel Lefteris,
Are you landing yet?

[Tidak ada balasan]

Darsih mulai berfikir bahwa Lefteris tidak nyata, ia hanya salah seorang dari profil penipu di website jodoh tersebut.

[Mulai cemas dan kecewa]

TIba-tiba ponselnya berbunyi, pesan singkat dari Lefteris.
Wait for me, there is a problem in immigration

[Akhirnya tida jam penantian berakhir]

Seorang Lelaki muncul dari balik bilik kedatangan, kemerahan dengan bewok tipis keabuan menghiasi wajahnya tak jauh berbeda dari yang terlihat di foto dan webcam.

"Ia nyata, lelaki itu benar-benar disini, menemuiku." Darsih bersorak dalam hati.

Kikuk menerima pelukan dari Lefteris yang kegirangan menemui Darsih. Salah satu akibat perbedaan kultur, tetapi akhirnya mereka bisa mengatasinya beberapa menit kemudian.

Lelaki itu setelah menghabiskan waktu berjam-jam di pesawat ditambah transit masih harus melakukan perjalanan sekitar lima jam ke Sukabumi, belum ditambah macet di jalan raya Bogor. Walaupun Darsih yang menyetir selama perjalanan, tetap saja harus diberi acungan jempol pada lelaki yang sedang membuktikan cintanya itu.

Darsih menginginkan Lefteris bertemu orangtuanya sebelum mereka berdua pergi liburan ke Bali. Adat istiadat ketimuran tetap dipegangnya.

Setelah melewati Jakarta, beristirahatlah di tempat peristirahatan sebelum memasuki Ciawi.

Terjebak macet antrian angkot di Jalan Raya Bogor, Lido, Cigombong, Cibadak  yang lainnya setelah melewati Ciawi-Bogor. ~Long Ride to Sukabumi episode 1  

 Akhirnya tiba di rumah  Darsih.
"This is your house?"
"Yess. What's in your mind?"
"Sweet, I love this."

Darsih senang dengan tanggapan Lefteris.

"This is my mom, and dad," kata Darsih ketika memperkenalkan kedua orangtuanya. Kedua orangtuanya tidak terlalu banyak komentar mengenai Lefteris, dan mengapa Darsih memilih dia yang berasal dari luar negeri, dunia yang berbeda dengan mereka. Mereka tidak punya pilihan ketika putri mereka satu-satunya sudah memasuki usia yang tidak muda dan masih lajang.

"They're still energic," komentar Lefteris tentang orangtuanya. Darsih merasa Lefteris tahu bagaimana membuatnya merasa senang.

Masa liburan di Bali.
"You're beautiful," puji Lefteris. Dan sebuah kecupan mendarat di dahi Darsih.
Darsih tidak merasa kikuk lagi, dia sudah terbiasa dengan ungkapan sayang dari Lefteris.

Makan malam keempat di Bali.
Kali ini Lefteris sudah berlutut di hadapan Darsih.
"Will you marry me?" Darsih terperangah. Dia tidak menduga Lefteris akan melamarnya, secepat ini.
Tapi, melihat Lefteris yang berlutut di hadapannya ditambah dengan bunga mawar putih di tangan Lefteris dan cincin di tangan yang lain, membuat pertahanan Darsih musnah. Dia mengangguk. Dan langsung tenggelam di pelukan Lefteris. Kini, sebuah kecupan berada di bibirnya.

Hari keenam ketika mereka sedang duduk di beranda hotel.
"When we married, we will stay in Indonesia, right?"
"Don't you want to stay in Greece?"
"Not like that, but I can't leave my parents here alone. They need me here,"
"So, we will take them with us." ucap Lefteris enteng. Darsih merasa salah. Dia tidak mungkin memaksa ibu dan ayahnya ikut ke Yunani, memaksa mereka beradaptasi di negeri orang.

Liburan usai.

Lefteris harus kembali ke negaranya dan meninggalkan Darsih, wanita yang baru ditemuinya walaupun sudah berhubungan lama di internet.

Keduanya memang bahagia tetapi saat-saat seperti ini membuat mereka sangat sedih, bertemu dengan cinta mereka yang telah terpisah sekian waktu karena jarak tetapi harus kembali terpisah dan berhubungan lewat internet lagi.

Di bandara Soekarno Hatta. Mereka berusaha tegar.

"I only able to accompany you until here." ucap Darsih menahan kepedihannya di depan pintu masuk keberangkatan.

"Why? You need to go now? We still have time together." Lefteris menarik tangannya.

"No, cannot! I don't have the ticket."

"Owh, I thought everyone can go until the closes to the airplane."

"No, we can't. Need special permits."

"Ok, wait here. I'll be back!"

Setelah Lefteris selesai check in ia kembali menemui Darsih, keduanya tak rela harus berpisah lagi. Keduanya tetap berusaha menahan air mata mereka.

Akhirnya mereka pergi membeli coffee dan kue, keduanya mencoba mengalihkan agar tidak terbawa sedih dengan mengecek ponsel masing-masing sambil melihat jamnya.

"You have tissue, Darsih?"

Saat itu mata mereka bertatapan dan Darsih mendapati mata lelaki yang baru kopi darat dengannya beberapa minggu, merah dan basah.

Dalam hati Darsih berkata, "Betapa besar cinta lelaki ini kepadaku, ia menangis untukku, tangisan pedih karena takut kehilangan"

Pada saat tatapan mata mereka bertemu, wajahnya terasa panas dan matanya pun mulai basah dan kelopaknya tak bisa lagi menampung air matanya. Mereka berdua menangis dan menyadari bahwa cinta mereka memang nyata, perasaan mereka sama.

Darsih tetap harus melepas Lefteris kembali ke negaranya begitu juga Lefteris dengan berat hati harus pergi meninggalkan wanita yang dicintainya dan berharap agar Tuhan merestui dan melancarkan segalanya agar mereka bisa bersama lagi dalam waktu dekat.

Di pintu check in keberangkatan luar negeri, terjadi lagi adegan Ada Apa dengan Cinta, hanya saja berbeda pemain. Keduanya saling berpelukan dan berciuman tak rela terpisahkan dengan ditonton sekian banyak orang yang sedang lalu lalang di bandara.

--

#20HariNulisDuet With @Victoriadoumana untuk #20HariNulisDuet.

Dipublish disini juga.

Thursday, March 8, 2012

Sekeping Hati

#1
@ririntagalu aku hanya akan diam, membatu, membisu seperti batu, menatapmu dari jauh
@arjuninho10 dan aku akan mendekatimu, tersenyum, menyapamu selayaknya kamu adalah hamparan lautan indah :D

#2
@ririntagalu Aku menatapmu, selalu, dari jarak pandang yang jauh. Membuatmu samar kelihatan. Membuatmu terasa pudar.
@arjuninho10 meski saat itu malam sedang terjaga, namun aku dapat melihat wajahmu dengan jelas,seperti bercahaya

#3
@ririntagalu aku masih diam membatu, menatapmu yang tidak tahu malu
@arjuninho10 kupasangkan kalung bermata hati itu di lehermu..kaupun tampak malu malu

#4
@ririntagalu kalung bermata hati, setengah hati seperti hatiku tanpa hatimu.
@arjuninho10  karna kalung itu dicipta bermata dua, masing masing berbentuk setengah hati yg akan saling melengkapi.seperti hatiku dan hatimu

#5
@ririntagalu akankah itu terjadi, hatiku dan hatimu bersatu - saling melengkapi, jika ku tahu hatimu tidak punya ruang untukku, untuk menjaga hatiku di hatimu?
@arjuninho10 memang tak ada ruang lg di hatiku, karena keadaannya telah terkoyak. dan hanya hatimu yang dapat merajutnya kembali

#6
@ririntagalu menantimu bak menanti hujan di musim panas, mustahil. tapi tetap kulakukan. aku menanti hatiku yang akan kamu bawa pulang.

#7
@ririntagalu merajut hatimu, itu yang selama ini kulakukan. aku mencoba sampai hampir mati, tapi tak kutemukan hasilnya, bahkan di matamu, masih ada dia.

#8
@ririntagalu kenyataan tak sesuai asaku. dia pergi tanpa terduga, bahkan tanpa pamit pada hatiku.

#9
@ririntagalu dia telah pergi, bersama sekeping hatiku


Tulisan-tulisan di atas adalah twit-twit dari @ririntagalu dan @arjuninho10.
Terjadi tanpa disengaja. Dan aku menyimpannya. Untuk ku tulis disini, untuk dibaca olehmu.