Ririn's Page

Friday, April 13, 2012

I don't miss you

"I miss you.." tiba-tiba bibirku berucap tanpa kusadari.
Segenap tubuhku dilingkupi malu yang luar biasa. Rasanya wajahku berubah merah. Dan sebentar lagi aku akan berubah menjadi unta untuk menyembunyikan wajahku.
Aku tidak bisa berpikir bagimana aku bisa mengucapkan kata-kata seperti itu, pada orang yang bukan siapa-siapaku, yang bahkan sudah menjadi orang asing bagiku.
Aku menyesal kata-kata itu meluncur dengan gesit dari bibirku. Aku juga tidak dapat membayangkan apa yang dipikirkannya saat ini.
Dia tersenyum. Ya Tuhan, jangan membuat dia berbangga hati dengan ucapanku, bisikku di dalam hati.
"Tampaknya kamu sedang galau," ujarnya. Dan aku menjadi sedih sekali, teramat sedihnya hingga aku merasa aku akan jatuh dan menangis tersedu-sedu. Dia sama sekali tidak menyambut rasa kangenku.
Menyakitkan menjadi seseorang yang tidak diinginkan. Menyakitkan ketika menerima penolakan.


Tadi aku sangat tidak ingin dia berbangga hati dengan ucapanku, dan sekarang aku sedih dia mengucapkan hal itu? Sepertinya aku sedang labil, atau aku punya kepribadian ganda? Tidak tidak, aku memang sedang labil.
Ampuni aku.

Ku paksakan bibirku tersenyum. "Aku harus pergi," ucapku lalu berlalu dengan langkah seribu dari tempat itu.
Mungkin semuanya memang harus berlalu. Mungkin aku harus melupakan dia. Tapi, bukankah selama ini aku sudah mencoba? Dan sama sekali tak berhasil? Dan bukankah aku sudah berusaha mengganti tempatnya di hatiku dengan orang lain yang mungkin saja sangat mencintaiku? Apakah aku sama sekali gagal? Atau usahaku sia-sia? Apakah dia yang akhirnya selalu merajai hatiku? Is he the one in my life?

Lalu mengapa rasanya dia tak memiliki rasa yang sama? Bukankah setiap orang memiliki jodoh masing-masing? Dan jikalau dia adalah jodohku, apa mungkin dia adalah jodoh orang lain?

Ah, persetan dengan semuanya. Persetan dengan yang namanya jodoh. Aku hanya ingin bisa lepas darinya, jika memang dia tak ingin bersama denganku. Just it, no more!
Tapi, jika aku boleh mengajukan permintaan, aku ingin dia menginginkanku lebih dari siapa pun di dunia ini. Apa itu permintaan yang sulit?

Look, here I am, looking the man I loved is walking away from my life. It sucks.



--
Dedicated to a 'dae'

No comments:

Post a Comment